Jejak Suku Maya di Candi Sukuh
Candi sukuh ini sangat sederhana yang berisikan sejumlah relief dengan berbagai bentuk. Di antaranya bentuk kelamin laki-laki dan wanita yang di buat hampir bersentuhan. Pada deretan relief-relief yang menghiasi dinding …
Informasi obyek-obyek wisata uggulan di jawa tengah
Kerajinan unggulan dari berbagai daerah di jawa tengah
Daftar tempat hiburan malam di jawa tengah
Daftar Tempat-tempat makan yang enak dan murah
Mengulas mengenai seni dan budaya tradisional jawa tengah
![]()
Jejak Suku Maya di Candi Sukuh
Candi sukuh ini sangat sederhana yang berisikan sejumlah relief dengan berbagai bentuk. Di antaranya bentuk kelamin laki-laki dan wanita yang di buat hampir bersentuhan. Pada deretan relief-relief yang menghiasi dinding candi juga digambarkan relief tubuh bidadari dengan posisi “pasrah” serta relief rahim wanita dalam ukuran cukup besar. Relief-relief seks itu menggambarkan lambang kesucian antara hubungan wanita dan pria yang merupakan cikal bakal kehidupan manusia. Hubungan pria dan wanita melalui relief ini dilambangkan bukan melampiskan hawa nafsu, tapi sangat sakral yang merupakan curahan kasih sayang anak manusia untuk melahirkan sebuah keturunan…Meskipun candi Sukuh diperkiakan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit, namun tetap menjadi pertanyaan, siapakah pendiri candi ini? karena dari sekian tulisan yang ditemukan di Candi Sukuh, tidak ada satu pun tulisan yang secara eksplisit menyebutkan identitas sang pendiri. Ada beberapa patung makhluk bersayap di candi Sukuh dan yang istimewa adalah dua buah patung dengan ukuran lebih besar dari manusia. Keduanya sama-sama nampak sedang mengembangkan sayapnya. Sayangnya, kedua patung itu tidak begitu utuh lagi dan kepalanya telah hancur. Dua patung itu, meski sama-sama bersayap, namun detail relief yang ada tidaklah sama. Yang satu nampak memiliki kaki seperti binatang atau burung (berupa cakar), sementara yang lain berupa kaki manusia. Yang berupa manusia tapi bersayap, digambarkan sedang memikul buah-buahan. Sementara yang berkaki burung dan memiliki taji (tanduk di kaki) di bagian belakangnya ada tulisan prasasti yang hingga kini masih belum terpecahkan maksudnya. Kalau melihat gambaran manusia atau makhluk bersayap ini, sangat mirip dengan relief makhluk bersayap yang ada di daerah Mesopotamia atau Babilonia. Di sana ada relief berupa dua makhluk humanoid bersayap dengan wajah burung sedang berhadapan dan memetik buah dari pohon kehidupan. Ini barangkali mirip dengan mitos Garudeya yang mengambil air kehidupan. Dan Garudeya berperang menghadapi ular atau naga, juga mirip dengan mitos atau legenda yang ada di Timur Tengah bahwa ada makhluk bersayap (elang atau garuda) bertarung dengan ular naga, Satu lagi yang menarik dari Candi Sukuh adalah arsitekturnya yang berbeda. Jika candi-candi lain dibangun dengan bentuk yang menyimbolkan GunungMeru, maka Candi Sukuh memiliki tampilan yang sangat sederhana dengan bentuk trapesium. Dibangun pada abad XV, beberapa saat sebelum runtuhnya Kerajaan Majapahit, candi ini lebih menyerupai piramida suku bangsa Maya dari Amerika Tengah. Mungkinkah dua suku bangsa berbeda dari dua benua yang berbeda bisa membuat bangunan dengan arsitektur dan desain yang nyaris serupa? Ataukah memang ada pengaruh dari suku Maya dalam pembangunan Candi Sukuh pada masa pemerintahan Raja Brawijaya ini?, Berbagai misteri dan pertanyaan memang masih menyelimuti Candi Sukuh. Tak hanya sekedar berjalan-jalan di lereng gunung yang sejuk sambil menikmati arsitektur kuno dari candi terakhir yang dibangun di Pulau Jawa. Berkeliling mencari jejak cerita dan potongan bukti untuk menguak misteri sejarah masa lalu akan menjadi salah satu pengalaman wisata yang menantang dan mengasyikkan.

Mendengar kata Rawa Pening ingatan kita pasti langsung ke legenda tentang baruklinting dan saat ini yang kerap menjadi permasalahan adalah adanya enceng gondok yang belum di manfaatkan secara maksimal, keindahan pemandangan di sekitar rawapening merupakan …

Keindahan Panorama alam umbul sidomukti
Membangun tempat tujuan wisata alam sidomukti, didorong oleh kekaguman atas panorama keindahan alam yang menakjubkan. Puncak gunung ungaran, gunung merbabu, gunung Andong, Gunung Telomoyo, rawa pening, 2 bukit kembar cemanggal, gunung …

Menyusuri kampung batik tertua
Kampoeng Laweyan merupakan suatu kelurahan yang luas wilayahnya 24.83 ha dengan penduduk sekitar 2500 jiwa. Laweyan adalah kampung batik tertua di Indonesia.Eksistensi para pengusaha batik/juragan Laweyan sangat terkenal terutama pada jaman keemasan …

Safari Gajah yang ada di Candi Borobudur merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin mengelilingi kawasan perdesaan yang ada di sekitar candi. Desa-desa unik dan menarik seperti Dusun Klipoh dan Dusun Jowahan telah menanti dengan beragam …

Puluhan industri kerajinan kuningan banyak tersebar di kabupaten ini, terutama di Kecamatan
Juwana yang terletak sekitar 12 kilometer arah timur pusat Kota Pati, atau sekitar 80 km dari Kota
Semarang. Pangsa pasar hasil kerajinan kuningan juga merambah …

Monel merupakan jenis logam menyerupai stainless. Desa Kriyan, Kabupaten Jepara, merupakan
sentra produksi kerajinan monel dengan aneka jenis, seperti kalung, gelang, anting, cincin, aksesori
lain, hingga alat kesehatan tradisional, misalnya alat untuk kerokan. Sejak puluhan tahun lalu, …

Nama Troso merujuk pada nama desa tempat puluhan pengrajin tenun memproduksi kain ini. Sudah
puluhan tahun puluhan pengrajin eksis berbisnis tenun. Produksinya juga sangat beragam, mulai dari
bahan untuk kemeja, gaun, hingga aksesori rumah, seperti gorden, alas …

Desa Hadipolo dikenal sebagai sentranya pengrajin pisau yang dikenal dengan sebutan pisau Bareng.
Jika anda berkunjung ke Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, maka akan mendengar desingan
mesin untuk mengasah pisau maupun pekerja yang memotong lempengan stainless steel …