“Keabadian dan Keagungan Budaya Lokal Cengklungan”

Visitcentraljava.com Temanggung Potensi budaya alat musik lokal Cengklungan, alat musik tradisional yang mampu menghipnotis alam, kini dihidupkan kembali oleh masyarakat penuh semangat dari Dusun Geblok, Desa Krajan, Kaloran, Temanggung. Seolah menyala dengan cahaya mentari terbit, Cengklungan bergema dalam setiap detak hati, mengiringi momen-momen istimewa dengan gemerlapnya keajaiban.

Sebuah kekuatan yang tak terhingga, Cengklungan melampaui zaman dengan kemegahannya. Sejak jaman prasejarah hingga kini, ia terus bersinar bagai bintang di malam gelap, menari dalam keindahan warisan leluhur. Bukti kebesaran terpancar dari kata-kata bijak Suyadi, seorang pencerita sejarah hidup, yang menyatakan bahwa Cengklungan ada bahkan sebelum wujud Gamelan menghiasi dunia.

Layaknya legenda yang terus bergulir, Cengklungan menemukan metamorfosisnya. Dari sekadar pelindung tubuh hingga menjadi simfoni kehidupan, melodi indah yang tercipta dari getaran jiwanya. Bak sebuah pesona yang tak terpadamkan, masyarakat Geblok mempersembahkan karya kebanggaan, menafsirkan musik adat dalam gemerlap cahaya abadi.

Sejak titik terbitnya era kebangkitan pada tahun 1986, Cengklungan menjadi tonggak kejayaan, membawa semangat perubahan dan kebangkitan kebudayaan Jawa. Sungguh, ini bukan sekadar alat musik biasa. Ini adalah keajaiban sejati yang mengalir dalam darah dan semangat setiap anak negeri. Meskipun kini jarang ditemukan, namun keanggunan Cengklungan masih terasa. Sebagai saksi bisu dari kebesaran masa lalu, ia terus memainkan irama kehidupan, mengalun melintasi waktu dan ruang. Ah, Cengklungan, sejuta pesona dalam setiap nadamu!

Tri Andi Mulyandono

Related Posts