“Lembah Girpasang, Mengungkap Pesona Tersembunyi di Pelukan Gunung Merapi”

visitcentraljava.com Tersembunyi di Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, Lembah Girpasang adalah tempat yang menyimpan keajaiban alam dan kearifan lokal yang memikat hati. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, lembah ini bukan hanya tentang keindahan Gunung Merapi yang memukau, tetapi juga tentang pengalaman menantang yang tak terlupakan.

Dengan tali gondola yang meluncur di atas lembah Girpasang, pengunjung akan merasakan sensasi petualangan yang memacu adrenalin. Inilah keunikan yang kini sedang diusung oleh warga setempat bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Klaten, agar lembah Girpasang menjadi destinasi wisata baru yang eksotik dan patut dikunjungi.

“Sapta Pesona”, sebuah program pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah setempat, bersama-sama dengan masyarakat desa, menyoroti potensi wisata yang bisa dikembangkan di Girpasang Desa Tegalmulyo. Ini adalah upaya untuk mengajak wisatawan menapaki seribu tangga menuju dukuh terpencil ini, di mana hanya sekitar 12 keluarga yang menetap. Namun, perjalanan ini tak hanya tentang tantangan fisik, melainkan juga tentang pesona alam yang menakjubkan dan kearifan lokal yang masih terjaga.

Meskipun memerlukan usaha ekstra, seperti koordinasi antarwarga, pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya, keberlanjutan program Sapta Pesona diyakini akan membawa dampak positif. Dengan alam yang memukau dan keramahan lokal yang khas, Girpasang menjadi daya tarik budaya yang melengkapi pengalaman wisatawan.

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, menjelaskan bahwa Desa Tegalmulyo juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah menarik, seperti Goa Jepang. Meskipun masih menghadapi kendala pengelolaan sumberdaya manusia dan pelatihan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mengembangkan potensi wisata di Desa Tegalmulyo. Dengan koordinasi yang baik, pembinaan yang berkelanjutan, dan sinergitas yang kuat, Desa Tegalmulyo siap menjadi destinasi yang semakin dikenal dan berkembang di peta pariwisata.

Tri Andi Mulyandono

Related Posts