“Merajut Kebersamaan dalam Tradisi: Melestarikan Warisan Budaya Jembul Tulakan di Jepara”

visitcentraljava.com, Jepara Potensi Adat Tradisi Jembul Tulakan di Jepara adalah salah satu warisan budaya yang paling berharga dan unik dari masyarakat setempat, yang telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad. Perayaan ini tidak hanya sekedar ritual, tetapi juga merupakan refleksi dari kearifan lokal, kebersamaan, dan rasa syukur yang mendalam terhadap anugerah alam dan leluhur yang melindungi serta memberkati desa.

Rangkaian acara Jembul Tulakan dimulai dengan persiapan matang yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Setiap keluarga biasanya terlibat dalam menyiapkan nasi jembul, yaitu nasi yang dibentuk seperti gunungan dan dihias dengan aneka lauk-pauk serta sayuran. Nasi jembul ini kemudian dibawa dalam prosesi arak-arakan yang meriah, diiringi oleh tabuhan gamelan yang menambah khidmat suasana. Prosesi ini adalah simbol dari persembahan kepada leluhur dan permohonan berkah untuk masa depan yang lebih baik.

Selama prosesi, peserta mengenakan pakaian adat yang indah dan penuh warna, mencerminkan kekayaan tekstil dan kerajinan tangan lokal. Setelah prosesi selesai, nasi jembul ini dibagikan kepada seluruh peserta dan warga desa, melambangkan kebersamaan dan saling berbagi rezeki. Ini adalah momen yang penuh kehangatan, di mana tidak ada batasan sosial, semua berkumpul sebagai satu kesatuan komunitas yang harmonis.

Selain prosesi utama, tradisi Jembul Tulakan juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional. Tarian rakyat seperti tari gambyong dan kuda lumping dipertunjukkan dengan penuh semangat, menggambarkan cerita-cerita rakyat dan nilai-nilai moral yang penting bagi masyarakat. Ada juga pertunjukan wayang kulit yang mengisahkan epik-epik klasik dengan dalang yang memukau penonton melalui kepiawaian mereka dalam bercerita dan menggerakkan wayang. Musik gamelan mengiringi setiap pertunjukan, menghadirkan nuansa magis yang memikat hati.

Tri Andi Mulyandono

Related Posts