Merayakan Keberkahan Hidup: Menggali Kekayaan Tradisi Wetonan di Jawa Tengah”

visitcentraljava.com Dalam kehidupan masyarakat Jawa Tengah, tradisi wetonan menjadi salah satu warisan berharga yang mencerminkan keindahan dan kearifan lokal. Wetonan, sebuah perayaan yang dilakukan untuk memperingati hari kelahiran, menghadirkan nuansa kehangatan dan kebersamaan di tengah keluarga Jawa.

Saat seorang bayi menginjak usia 35 hari, keluarga dengan penuh kebahagiaan mengadakan upacara nyelapani. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga ungkapan syukur dan penghargaan atas anugerah kehidupan. Nyelapani, yang berarti sama dengan satu bulan dalam perhitungan Jawa, menandai awal perjalanan hidup sang bayi dengan doa dan harapan keluarga.

Perhitungan hari yang terkait dengan penanggalan Masehi dan Jawa seperti Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, serta elemen penanggalan Jawa seperti Wage, Pon, Kliwon, Legi, dan Pahing menambahkan kekhasan dan makna mendalam dalam pelaksanaan wetonan. Setiap momen menjadi penanda keberkahan, dan setiap hari memiliki keunikan sendiri dalam perjalanan spiritual.

Mari sambut dan lestarikan warisan luhur ini, memahami bahwa wetonan bukan hanya sekadar tradisi, tetapi simbol dari keharmonisan antara manusia dan alam, antara waktu dan spiritualitas. Rayakan keberkahan hidup melalui tradisi wetonan, dan biarkan kehangatan tradisi Jawa Tengah mengalir dalam setiap hela nafas kita.

Tri Andi Mulyandono

Related Posts