“Penghubung Antara Tradisi Hindu dan Islam: Merayakan Kebhinekaan Melalui Sadranan”

visitcentraljava.com Upacara Sadranan adalah warisan budaya yang kaya dari masyarakat Jawa Tengah, menggambarkan keindahan perpaduan antara nilai-nilai Hindu dan Islam dalam sebuah tradisi yang mengharukan. Dilaksanakan pada bulan Jawa Islam Ruwah, Sadranan bukan hanya sekadar ziarah kubur, tetapi sebuah penghormatan yang mendalam kepada leluhur serta ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.

Saat bulan Ramadhan menjelang, masyarakat Jawa merayakan Sadranan dengan penuh khidmat, menaburkan bunga di makam yang dikenal sebagai nyekar. Tradisi ini tidak hanya milik umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kultural yang dihargai oleh banyak umat agama lain.

Sadranan bukan sekadar sebuah upacara, melainkan sebuah cerminan dari keberagaman dan keharmonisan yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Jawa. Dalam setiap langkahnya, Sadranan menyiratkan makna kebersamaan, kepedulian terhadap leluhur, dan kesyukuran kepada Yang Maha Kuasa.

Mari kita lestarikan dan hargai tradisi Sadranan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya kita. Dengan menjaga dan memperkuatnya, kita tidak hanya memperkaya identitas kita sebagai bangsa, tetapi juga menjaga keutuhan dan keharmonisan masyarakat Jawa serta melanjutkan warisan luhur nenek moyang kita.

Tri Andi Mulyandono

Related Posts