Sederet Keunikan Paranggupito Wonogiri, Juara II Desa Wisata Jateng 2023

Visitcentraljava.com. WONOGIRI Desa wisata Paranggupito, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, berhasil meraih juara II dalam ajang Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2023. Penghargaan itu diumumkan pada acara yang berlangsung, Kamis (14/9/2023), di Banyumas.

ajang itu baru kali pertama diikuti Desa Paranggupito. Desa wisata yang terletak di ujung selatan Wonogiri itu menempati posisi kedua, hanya kalah dari Desa Wisata Pandanrejo, Kabupaten Purworejo. 

Penilaian daring melalui beberapa berkas administrasi termasuk catatan kunjungan tamu, video berisi profil desa wisata, dan sarana publikasi seperti website dan akun media sosial. 

Sedangkan penilaian secara luring, para juri datang meninjau dan mengecek kondisi riil desa wisata apakah sesuai dengan apa yang ditampilkan secara daring atau tidak. Menurut dia, ada beberapa indikator penilaian dalam ajang Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2023 itu.

Indikator itu antara lain paket wisata yang ditawarkan, tingkat kunjungan, dan pengelolaan desa wisata. Desa Wisata Paranggupito, Wonogiri, mampu memenuhi kriteria yang dipersyaratkan itu.

Kental dengan Budaya Tradisional

“Di Desa Wisata Paranggupito ini kental dengan paket-paket yang berkaitan dengan tradisi dan budaya tradisional, misalnya karawitan, jathilan, dan produksi gula jawa. Selain itu juga ada outbound di pantai,” kata Agus

Menurut Agus, Desa Wisata Paranggupito secara geografis cukup unik dan spesial. Selain terletak di pesisir pantai selatan Wonogiri, desa wisata itu juga berada di tengah-tengah kawasan geopark Gunung Sewu atau segitiga emas Pacitan, Wonogiri, dan Gunungkidul.

Akses menuju desa wisata ini juga sebenarnya cukup mudah.Selain itu, sambung dia, masyarakat Desa Paranggupito masih sangat kental dengan kesenian tradisional. Itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

 “Kemarin jurinya juga bingung ketika datang ke sini karena setiap rumah di Paranggupito pasti di depan rumahnya terpasang jaran kepang atau gagak rimang. Di sini kesenian Jathilan masih sangat kental,” ujar dia.

Dia melanjutkan perkembangan Desa Wisata Paranggupito juga dinilai cukup baik meski menghadapi sejumlah tantangan. Kali pertama desa itu ditetapkan sebagai desa wisata melalui SK Bupati tahun 2020, hanya satu rumah yang bersedia dijadikan homestay.Saat ini, setidaknya ada 40 induk semang di Desa Paranggupito yang siap menerima wisatawan menginap.“Sebenarnya kami tidak menyangka akan meraih juara II ya karena lawan kami itu desa-desa wisata yang sudah lama. Kemarin pesertanya ada 32 desa wisata di Jawa Tengah,” ucap Agus.

Tri Andi Mulyandono

Related Posts