
visitcentraljava.com, Kota Semarang. Menpar Tinjau Kesiapan Destinasi Wisata Semarang Jelang Perayaan Imlek 2026
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi utama di Kota Semarang, Jawa Tengah, untuk mengecek kesiapan sektor pariwisata menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Kegiatan ini bertujuan memastikan layanan, keamanan, dan kenyamanan destinasi wisata berada pada kondisi optimal agar mampu menampung peningkatan arus kunjungan selama periode perayaan.
Dalam agenda tersebut, Menpar didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meninjau Kelenteng Sam Poo Kong yang setiap tahun menjadi pusat aktivitas perayaan Imlek di kota tersebut. Destinasi berstatus cagar budaya itu dikenal sebagai tujuan wisata religi dan sejarah yang selalu menarik minat pengunjung dalam jumlah besar, baik untuk beribadah maupun menikmati rangkaian perayaan.

Sam Poo Kong memiliki nilai historis yang kuat karena berkaitan dengan singgahnya Laksamana Cheng Ho di Semarang pada masa pelayaran armadanya. Berawal dari lokasi persinggahan berupa gua batu, kawasan ini kemudian berkembang menjadi ruang simbolik pertemuan budaya yang merepresentasikan harmoni antara tradisi Tionghoa, Jawa, dan nilai-nilai kebangsaan, serta menjadi tempat penghormatan terhadap figur Cheng Ho.
Pihak pengelola kelenteng menyampaikan bahwa rangkaian perayaan Imlek tahun ini akan diramaikan dengan pesta budaya yang memadukan unsur Jawa, Tionghoa, dan budaya nasional. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari 2026 dan dibuka untuk masyarakat umum tanpa biaya, sebagai ruang perayaan bersama bagi warga dan wisatawan.
Selain kelenteng, kunjungan kerja juga mencakup Lawang Sewu, bangunan cagar budaya yang menjadi ikon pariwisata Semarang sekaligus pusat wisata sejarah dan edukasi. Menpar meninjau sejumlah area di dalam kompleks, termasuk fasilitas ruang imersif yang menyajikan narasi sejarah perkeretaapian Indonesia melalui teknologi visual digital sebagai bagian dari penguatan pengalaman wisata berbasis inovasi.

Pengelola Lawang Sewu memastikan kesiapan operasional menjelang lonjakan kunjungan pada masa libur, termasuk penguatan aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan. Pada momentum hari besar seperti Imlek, jumlah wisatawan diproyeksikan meningkat signifikan dibanding hari biasa. Untuk menambah daya tarik, disiapkan pula atraksi tematik seperti pertunjukan barongsai, pembagian angpau, serta layanan pemandu wisata agar pengunjung memperoleh pemahaman sejarah yang lebih utuh.
Peninjauan ini menegaskan upaya pemerintah dalam memastikan destinasi wisata siap menyambut momen hari besar keagamaan sebagai penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat citra pariwisata Indonesia yang inklusif, berakar pada budaya, dan adaptif terhadap inovasi digital. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Pariwisata yang membidangi pengembangan destinasi dan infrastruktur.













