
visitcentraljava.com, Kota Semarang. Kirab Budaya HUT ke-160 Klenteng Ling Hok Bio Perkuat Kebersamaan di Semarang
Semangat pelestarian budaya dan keberagaman kembali terasa kuat di Semarang melalui penyelenggaraan kirab budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Yang Mulia Kongco Hok Tek Tjing Sien serta HUT ke-160 Klenteng Ling Hok Bio. Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 April 2026 ini menjadi salah satu perayaan penting yang memadukan nilai sejarah, spiritual, dan kebersamaan lintas budaya.
Perayaan tersebut tidak hanya menjadi momen refleksi bagi umat, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi masyarakat luas untuk merasakan kekayaan tradisi Tionghoa yang telah lama hidup berdampingan di Kota Semarang. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai komunitas budaya yang turut ambil bagian dalam rangkaian acara.
Salah satu panitia penyelenggara menyampaikan bahwa peringatan tahun ini memiliki arti istimewa karena menandai perjalanan panjang Klenteng Ling Hok Bio sebagai pusat kegiatan spiritual dan budaya. Berbagai persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari prosesi ritual hingga puncak kirab budaya yang berlangsung meriah.
Selain sebagai kegiatan keagamaan dan budaya, kirab ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lokal. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar turut mendorong aktivitas pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan berbagai produk dan kuliner khas.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan meramaikan kirab budaya ini. Ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga wujud kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya. Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa tradisi dapat menjadi jembatan dalam mempererat hubungan antarwarga.
Dalam pelaksanaannya, aspek keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama. Panitia bekerja sama dengan aparat keamanan serta Bankom Semarang untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan kondusif.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung,” tambahnya. Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, kirab budaya ini menjadi simbol nyata toleransi dan kekayaan budaya di Semarang yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.













