
visitcentraljava.com, Semarang. Festival Kota Lama Semarang 2026 Hadir 4–20 September, Suguhkan Seni, Budaya, dan Kuliner Nostalgia
Kawasan Kota Lama Semarang kembali menjadi pusat perhatian dengan hadirnya Festival Kota Lama Semarang 2026 yang berlangsung mulai 4 hingga 20 September 2026. Mengusung semangat “Kuno, Kini, Nanti” serta tema “Unity in Diversity”, festival tahun ini menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan warisan sejarah, seni, budaya, musik, kuliner, dan kreativitas masyarakat. Selama festival berlangsung, kawasan Kota Lama akan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati berbagai pertunjukan sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kota Semarang.
Festival Kota Lama 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa misi untuk menghidupkan kawasan heritage melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seniman, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Sejumlah agenda dirancang berlangsung di berbagai titik kawasan Kota Lama, sehingga pengunjung dapat menikmati pertunjukan sambil menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah. Konsep tersebut membuat festival menjadi pengalaman yang tidak hanya berpusat pada satu panggung, melainkan menyebar di ruang-ruang publik yang menjadi karakter utama kawasan Kota Lama Semarang.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Pasar Malam Sentiling yang berlangsung pada 4 hingga 13 September 2026 di area Metro Point Kota Lama. Agenda kuliner tersebut menghadirkan berbagai makanan legendaris Semarang serta kuliner nostalgia dari berbagai daerah. Pasar Sentiling menjadi bagian yang cukup kuat dalam festival karena membawa kembali suasana kuliner masa lalu sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati beragam sajian dalam atmosfer kawasan Kota Lama yang khas. Pengunjung dapat menikmati kuliner pada sore hingga malam hari sembari mengikuti aktivitas festival lainnya.
Selain kuliner, rangkaian Festival Kota Lama 2026 juga diisi dengan pertunjukan musik dan seni budaya. Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi pertunjukan orkestra, musik jazz, wayang orang, folklore, hingga pertunjukan seni dari berbagai daerah. Festival juga memberikan ruang bagi komunitas untuk menampilkan kreativitas mereka, sehingga keberagaman kegiatan menjadi salah satu daya tarik utama penyelenggaraan tahun ini. Perpaduan seni tradisional dan pertunjukan modern diharapkan mampu menjangkau berbagai kelompok usia, khususnya generasi muda.
Nuansa internasional turut menjadi bagian dari Festival Kota Lama 2026 melalui sejumlah kolaborasi budaya. Kehadiran seniman dan kelompok pertunjukan dari luar negeri memperlihatkan upaya festival untuk menjadikan Kota Lama sebagai ruang perjumpaan budaya. Selain pertukaran budaya dengan sejumlah negara, festival juga menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan wastra, literasi, edukasi cagar budaya, serta berbagai aktivitas komunitas. Dengan demikian, Festival Kota Lama tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Memasuki penghujung rangkaian, Festival Kota Lama 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda besar di kawasan Fasad Marba. Pertunjukan Festival Folklore dijadwalkan berlangsung pada 18 dan 19 September, kemudian pada 19 September masyarakat dapat menyaksikan penampilan 1.000 Angklung Berkebaya serta pertunjukan dari Band Linion asal Taiwan. Rangkaian festival kemudian ditutup melalui Festival Melukis Payung pada 20 September 2026. Beragam kegiatan tersebut membuat periode akhir festival menjadi salah satu momentum yang dinantikan oleh masyarakat dan wisatawan.
Festival Kota Lama Semarang 2026 pada akhirnya menjadi perayaan yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu kawasan heritage. Melalui seni, budaya, musik, kuliner, komunitas, serta kolaborasi lintas negara, festival ini memperkuat fungsi Kota Lama bukan hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang budaya yang terus hidup dan berkembang. Kehadiran Festival Kota Lama 2026 diharapkan semakin memperkuat daya tarik Semarang sebagai kota wisata budaya sekaligus mengajak masyarakat untuk terus mengenal, menikmati, dan menjaga warisan sejarah yang dimiliki Kota Lama Semarang.














