“Kirab Pring Pethuk Desa Pekandangan: Kebersamaan, Kearifan Lokal, dan Kepedulian Masyarakat dalam Lunasi PBB”

visitcentraljava.com “Keunikan Desa Pekandangan, Banjarmangu, Banjarnegara terpancar melalui tradisi unik yang dikenal sebagai Kirab Pring Pethuk, sebuah upacara yang tak hanya mempersembahkan warisan budaya, tetapi juga membuktikan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap tanggung jawab bersama. Ratusan warga, mengenakan pakaian tradisional dan membawa pring atau bambu, memadati jalanan desa ini dalam rangka menjalankan ritual ini, yang pada intinya bertujuan untuk melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam waktu sehari.

Dalam setiap langkahnya, Kirab Pring Pethuk mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama. Pring yang mereka bawa tidak hanya menjadi simbol pembayaran pajak, melainkan juga wadah penyimpanan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) beserta sejumlah uang pelunasannya. Tradisi ini tidak hanya sekadar ritual, melainkan juga representasi dari semangat masyarakat Desa Pekandangan untuk menjaga keharmonisan dan mendukung pembangunan secara kolektif.

Kirab Pring Pethuk bukan hanya sebuah perayaan lokal, melainkan juga contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjadi pendorong kesatuan dan kemajuan. Melalui dukungan aktif dalam upaya pembayaran pajak, warga desa ini tidak hanya menunjukkan ketaatan hukum, tetapi juga menegaskan komitmen mereka terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik.

Kita semua dapat mengambil inspirasi dari Desa Pekandangan dan Kirab Pring Pethuk sebagai contoh positif bagaimana kearifan lokal dan kepedulian terhadap tanggung jawab bersama dapat membentuk masyarakat yang solidaritas dan maju bersama-sama. Mari bersama-sama menghargai dan mendukung tradisi ini sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.”

Tri Andi Mulyandono

Related Posts