
visitcentraljava.com, Semarang. Pariwisata Semarang Tumbuh di Akhir 2025, Okupansi Hotel dan Mobilitas Wisatawan Meningkat
Perkembangan sektor pariwisata di Kota Semarang menunjukkan tren positif pada akhir tahun 2025. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, sejumlah indikator utama seperti tingkat hunian hotel dan mobilitas wisatawan mengalami peningkatan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat mencapai 66,03 persen pada Desember 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,32 poin dibandingkan bulan sebelumnya, sekaligus menunjukkan perbaikan kinerja sektor perhotelan di kota tersebut.
Jika dilihat berdasarkan klasifikasi hotel, tingkat hunian tertinggi berada pada hotel bintang empat dengan angka 72,49 persen. Disusul hotel bintang tiga sebesar 65,68 persen, hotel bintang lima 65,43 persen, hotel bintang dua 58,88 persen, dan hotel bintang satu sebesar 47,53 persen.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu hotel tercatat sebesar 1,35 malam. Angka ini mengalami kenaikan tipis secara bulanan, namun sedikit menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa durasi kunjungan wisatawan relatif stabil.

Dari sisi pergerakan wisatawan domestik, jumlah perjalanan keluar dari Kota Semarang mencapai 1.240.930 kunjungan. Angka tersebut meningkat 7,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun secara tahunan mengalami penurunan sebesar 4,28 persen.
Di sisi lain, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Semarang tercatat sebanyak 1.172.963 kunjungan. Kunjungan ini juga mengalami kenaikan secara bulanan sebesar 4,38 persen, namun mengalami penurunan 2,74 persen secara tahunan.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Semarang tetap bergerak positif, terutama dari sisi aktivitas bulanan. Peningkatan okupansi hotel dan mobilitas wisatawan menjadi sinyal pemulihan yang terus berlangsung, sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah.














