
visitcentraljava.com, Semarang. HUT ke-89 Ngesti Pandowo Dimeriahkan Pagelaran Seni dan Bursa Sanggar Kota Semarang.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Wayang Orang Ngesti Pandowo, digelar Pagelaran Seni dan Bursa Sanggar Kota Semarang 2026 di kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang pada 17–19 Juli 2026. Selama tiga hari, kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, workshop tari, bursa sanggar, bazar UMKM, serta pameran arsip, foto, dan video sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni budaya Kota Semarang.
Mengusung semangat pelestarian budaya, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi sanggar seni untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperkenalkan program dan aktivitas mereka kepada masyarakat. Bursa Sanggar yang digelar untuk pertama kalinya di Kota Semarang menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan kesempatan bagi komunitas seni untuk memperluas jejaring sekaligus menjangkau generasi muda.
Selain pertunjukan seni, panitia juga menghadirkan workshop tari, bazar UMKM, dan pameran linimasa perjalanan Wayang Orang Ngesti Pandowo selama hampir sembilan dekade. Kehadiran pelaku UMKM turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus melengkapi suasana festival budaya yang melibatkan berbagai unsur seni, komunitas, dan dunia usaha.
Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali Taman Budaya Raden Saleh sebagai pusat aktivitas seni. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Wayang Orang Ngesti Pandowo sebagai ikon wisata budaya melalui pertunjukan yang digelar secara berkala di Kota Semarang.
Rangkaian peringatan HUT ke-89 Ngesti Pandowo turut dimeriahkan dengan pementasan wayang orang bertema “Wanita Tangguh: Wahyu Purbo Sejati”, yang melibatkan Wali Kota Semarang bersama unsur Forkopimda. Kehadiran pementasan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Semarang.
Melalui Pagelaran Seni dan Bursa Sanggar Kota Semarang 2026, peringatan HUT ke-89 Wayang Orang Ngesti Pandowo tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum memperkuat ekosistem seni, mendorong kolaborasi antarsanggar, mendukung pelaku UMKM, serta memperkenalkan warisan budaya Kota Semarang kepada masyarakat yang lebih luas. (mh)













