
visitcentraljava.com, Semarang. Pemkot Perkuat Infrastruktur dan Spiritualitas Jelang MTQ Nasional 2026 di Semarang.
Pemerintah Kota Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026, di mana Semarang dipercaya sebagai tuan rumah. Kesiapan tidak hanya difokuskan pada teknis penyelenggaraan, tetapi juga pada kesiapan kota dan sikap warganya dalam menyambut tamu dari berbagai daerah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa kebersihan, ketertiban, dan keramahan masyarakat menjadi cerminan wajah kota. Ia mengimbau warga agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif menjelang ajang nasional yang akan digelar pada September 2026 tersebut.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan yang dirangkai dengan buka puasa bersama warga di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Acara buka bersama turut dimeriahkan penampilan Band Senopati dan Semarang Idol, serta kehadiran pasar takjil dan pasar murah Kempling Semar. Kehadiran pasar murah tersebut membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Melalui Safari Ramadan, pemerintah berharap nilai kebersamaan dan gotong royong semakin kuat dalam membangun Semarang sebagai kota yang inklusif, tangguh, dan kompetitif. Ramadan dinilai sebagai momen yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pemkot Semarang juga menerima distribusi 20.000 mushaf Al-Qur’an terjemahan sebagai bagian dari penguatan literasi keagamaan. Sebanyak 1.000 mushaf diserahkan kepada Masjid Nurul Huda untuk dibagikan kepada jamaah, sekaligus mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan berbasis masjid dan komunitas.
Selain agenda keagamaan, pemerintah juga menyoroti prioritas pembangunan infrastruktur, khususnya penataan drainase di Kecamatan Semarang Barat yang rawan limpasan air dari wilayah hulu. Setelah sebelumnya memperbaiki Jalan Anjasmoro, Jalan Simongan, dan melakukan normalisasi saluran air, program Semarang Bersih serta penguatan infrastruktur tahan bencana akan terus dilanjutkan pada 2026.














