
visitcentraljava.com, Semarang, 13 Desa Wisata Semarang Terapkan Konsep Quality Tourism untuk Tingkatkan Daya Saing
Pemerintah Kota Semarang mendorong penerapan konsep quality tourism di 13 desa wisata sebagai strategi memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisatawan.
Melalui kebijakan tersebut, desa wisata diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih otentik, edukatif, dan interaktif. Wisatawan tidak sekadar datang dan berfoto, melainkan turut merasakan kehidupan sosial, budaya, serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengemasan paket wisata, hingga penguatan promosi. Pemerintah memastikan setiap desa memiliki identitas dan keunggulan yang dapat menjadi daya tarik khas.
Konsep quality tourism juga mengedepankan keberlanjutan. Pengembangan destinasi dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian budaya, lingkungan, serta kearifan lokal agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di masing-masing desa turut diperkuat sebagai penggerak utama pengelolaan destinasi. Peran masyarakat menjadi kunci agar pariwisata tumbuh secara inklusif dan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga.
Dengan pendekatan ini, desa wisata di Semarang diharapkan mampu menawarkan nilai tambah dibanding destinasi lain. Kualitas layanan, kebersihan, keramahan, dan keunikan atraksi menjadi faktor utama yang terus ditingkatkan.
Melalui penerapan quality tourism di 13 desa wisata tersebut, Kota Semarang optimistis dapat menghadirkan pariwisata yang tidak hanya menarik kunjungan, tetapi juga memberikan pengalaman berkesan sekaligus memperkuat perekonomian lokal.













