
visitcentraljava.com, Semarang. Rangkul Festival 2026 Jadi Ruang Promosi UMKM dan Hiburan Masyarakat Semarang.
Rangkul Festival 2026 telah diselenggarakan selama dua hari, pada 10–11 Oktober 2026, di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang. Mengusung konsep pesta rakyat, kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan enam tahun komunitas Rakyat Semarang Kuliner (Rangkul). Berbagai agenda dihadirkan dengan memadukan aktivitas ekonomi masyarakat, pertunjukan seni budaya, hiburan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan warga dari berbagai kalangan. Informasi agenda tersebut juga tercantum dalam kalender kegiatan Pemerintah Kota Semarang.
Salah satu kegiatan utama dalam festival ini adalah bazar UMKM yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada pengunjung. Kehadiran bazar tersebut sejalan dengan fokus komunitas Rangkul dalam membangun jaringan antarpelaku usaha serta memperluas pemasaran produk lokal. Konsep ini juga meneruskan upaya penyelenggaraan festival pada tahun-tahun sebelumnya, ketika kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi usaha kuliner, fesyen, kerajinan, dan sektor usaha lainnya.
Nuansa kebudayaan turut menjadi bagian dari rangkaian acara melalui pertunjukan Jaran Kepang serta penampilan Liong dan Barongsai dari AKPELNI. Kedua pertunjukan tersebut menghadirkan keberagaman kesenian tradisional yang dapat dinikmati masyarakat sebagai hiburan sekaligus pengenalan budaya. Selain itu, penampilan drumband dari SD Islam Imama turut masuk dalam agenda festival, memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka di hadapan masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan aktivitas olahraga dan rekreasi bersama, seperti senam sehat massal dan jalan sehat massal yang dijadwalkan pada Minggu pagi. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat interaksi antarmasyarakat. Tidak hanya itu, panitia turut menghadirkan lomba mancing sebagai salah satu kegiatan hiburan yang dapat diikuti peserta dengan minat berbeda.
Perayaan enam tahun Rangkul juga ditandai melalui agenda seremoni ulang tahun dan pemberian Rangkul Award. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian festival yang menonjolkan apresiasi terhadap pihak-pihak dalam lingkungan komunitas. Di sisi lain, lomba mewarnai turut disiapkan sebagai kegiatan yang melibatkan anak-anak, sehingga festival tidak hanya menyasar kalangan pelaku usaha dan orang dewasa, tetapi juga menyediakan aktivitas bagi keluarga.
Aspek kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat turut diperhatikan melalui kegiatan santunan anak yatim, pemeriksaan kesehatan, serta donor darah. Kehadiran layanan tersebut memperluas fungsi festival, tidak sebatas menjadi tempat hiburan dan transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Perpaduan berbagai agenda tersebut memperlihatkan upaya penyelenggara dalam menggabungkan pemberdayaan ekonomi, kebudayaan, kesehatan, dan kepedulian sosial dalam satu kegiatan.
Secara keseluruhan, Rangkul Festival 2026 menjadi momentum perayaan perjalanan enam tahun komunitas Rangkul sekaligus wadah pertemuan pelaku UMKM dan masyarakat di wilayah Ngaliyan. Kegiatan ini melanjutkan semangat penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang berorientasi pada penguatan jejaring usaha dan pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui perpaduan bazar, pertunjukan budaya, olahraga, hiburan, serta kegiatan sosial, Rangkul Festival diharapkan dapat terus berkembang sebagai agenda masyarakat yang turut mendukung pergerakan ekonomi lokal di Kota Semarang.
Catatan verifikasi: Informasi publik yang berhasil ditemukan mengonfirmasi jadwal, lokasi, dan daftar kegiatan Rangkul Festival 2026. Namun, belum ditemukan laporan pasca-acara yang memuat jumlah pengunjung, jumlah tenant UMKM, nilai transaksi, maupun hasil pelaksanaan setiap lomba dan kegiatan sosial. Karena itu, berita di atas tidak mencantumkan angka kehadiran atau klaim keberhasilan yang belum terverifikasi. Ada pula perbedaan penyebutan lokasi: materi promosi menyebut Lapangan Sepak Bola Ngaliyan, sedangkan kalender PPID mencantumkan Lapangan Voli Kecamatan Ngaliyan di Jalan Prof. Dr. Hamka. (mh)














