
visitcentraljava.com, Kota Semarang. Pemkot Semarang Terima Artefak Bersejarah, Perkuat Memori Maritim dan Warisan Kota.
Pemerintah Kota Semarang menerima sejumlah artefak dan arsip bersejarah yang akan memperkaya koleksi sejarah daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya. Penyerahan koleksi milik Dr. Jimmy Lassang Manahara Siahaan tersebut berlangsung di Rumah Budaya Tangga, Medan, dan menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota maritim bersejarah.
Sebanyak lima jenis artefak dari rentang tahun 1892 hingga 1955 diserahkan kepada Pemerintah Kota Semarang, meliputi lampu kuno, saham Hotel Du Pavillon Semarang tahun 1892, saham Semarangsche Administratie Maatschappij tahun 1908, Bewijs van Aandeel Meubelindustrie Andriesse tahun 1909, serta Surat Sero N.V. Seng Tek Tjian tahun 1955. Seluruh koleksi akan dikonservasi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang sebagai bagian dari penguatan arsip sejarah daerah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa artefak tersebut bukan sekadar benda peninggalan masa lalu, melainkan bagian penting dari perjalanan sejarah Kota Semarang. “Kami memastikan bahwa warisan ini akan dikonservasi dengan benar agar nilainya tetap abadi dan tidak rusak oleh waktu,” ungkap Agustina.
Menurutnya, keberadaan koleksi tersebut akan memperkaya narasi sejarah yang selama ini masih tersebar di berbagai daerah maupun koleksi pribadi. Selain menjadi arsip, dokumen-dokumen bersejarah itu juga akan dimanfaatkan sebagai media edukasi, penelitian, serta mendukung pengembangan wisata sejarah di Kota Semarang. “Kehadiran dokumen yang Bapak-bapak sampaikan ini tentu akan memperkaya cerita yang bisa dinikmati oleh mereka yang berkunjung ke Kota Semarang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan harapan agar Kota Semarang segera memiliki Museum Maritim sebagai pusat edukasi sejarah bahari. “Mudah-mudahan tahun depan, tahun 2027, kita punya cukup energi untuk membangun Museum Maritim. Karena Kota Semarang ini menjadi kota yang disebut terus-menerus di dalam sejarah kemaritiman,” imbuhnya.
Sementara itu, pengelola Rumah Budaya Tangga Medan, Jimmy Lassang Manahara Siahaan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga warisan sejarah. “Saya belajar dari Ibu Wali Kota bagaimana mencoba membangun sebuah tempat yang bisa memberikan andil dalam melestarikan budaya pada masyarakat. Saya senang sekali bisa belajar dari beliau,” ujar Jimmy.
Penyerahan artefak ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, FIB Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Medan, dan Rumah Sejarah Medan dalam rangkaian Seminar Nasional Menyelamatkan Heritage Kota Maritim: Sejarah dan Pengembangannya pada Rakernas XVIII APEKSI 2026. Bersama agenda repatriasi arsip surat kabar Semarang, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk mengembalikan memori sejarah sekaligus memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota maritim yang kaya akan warisan budaya. (mth)














