
visitcentraljava.com, Kota Semarang. Revitalisasi Simpang Lima Semarang Hadirkan Ruang Publik Modern, Hijau, dan Ramah Pejalan Kaki
Pemerintah Kota Semarang mulai merevitalisasi kawasan Lingkar Luar Simpang Lima sebagai upaya menghadirkan wajah baru ikon kota yang lebih modern, nyaman, hijau, dan tertata. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang di kawasan tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan revitalisasi dilakukan secara menyeluruh agar Simpang Lima menjadi ruang publik yang lebih representatif bagi seluruh lapisan masyarakat. “Simpang Lima adalah wajah Kota Semarang. Karena itu kami ingin menghadirkan kawasan yang lebih nyaman untuk berjalan kaki, lebih teduh, lebih bersih, bebas genangan, sekaligus tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi masyarakat,” ujarnya.
Melalui proyek ini, kawasan Simpang Lima akan dilengkapi jalur pedestrian yang lebih lebar, aman, dan ramah bagi pejalan kaki maupun penyandang disabilitas. Selain itu, sistem drainase juga diperbarui guna meminimalkan potensi genangan sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih nyaman saat musim hujan.
Pemerintah Kota Semarang turut membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan kuliner sebagai langkah menjaga kebersihan lingkungan. “Kami ingin kawasan kuliner tetap berkembang, tetapi juga semakin bersih dan ramah lingkungan. Limbah dari aktivitas pedagang akan diolah terlebih dahulu sehingga saluran drainase tidak mudah tersumbat oleh minyak maupun sisa kotoran,” jelas Agustina.
Revitalisasi juga tetap memperhatikan keberadaan ruang hijau. Pohon-pohon yang sebelumnya berada di kawasan Simpang Lima dipindahkan sementara ke Kebun Bibit Sampangan untuk menjalani perawatan sebelum nantinya ditanam kembali sebagai bagian dari lanskap baru. “Kami tidak menghilangkan ruang hijau. Pohon-pohon tetap kami rawat agar nantinya Simpang Lima tetap menjadi kawasan yang rindang, teduh, dan nyaman dinikmati masyarakat,” tegasnya.
Selama proses pembangunan, pedagang kaki lima direlokasi sementara ke shelter di depan eks E-Plaza. Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Pemkot juga telah melakukan normalisasi sedimen saluran drainase sejak Januari 2026 sebagai langkah memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut. Setelah revitalisasi yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 selesai, para pedagang akan kembali menempati lokasi dengan fasilitas yang lebih tertata dan nyaman.
Agustina berharap masyarakat mendukung proses revitalisasi yang sedang berlangsung karena manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. “Ketika revitalisasi ini selesai, masyarakat akan memiliki ruang publik yang lebih nyaman untuk beraktivitas, berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun menikmati kawasan kuliner. Pedagang memperoleh fasilitas yang lebih baik, lingkungan menjadi lebih bersih, dan Simpang Lima akan semakin layak menjadi kebanggaan warga Semarang maupun tujuan wisata. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya. (mth)














